Reza Rahadian curhat soal keraguan orang - Apakah sahabat sedang mencari informasi tentang
ALHAD INFO ?, Nah isi dalam Artikel ini disusun agar pembaca dapat memperluas pegetahuan tentang Reza Rahadian curhat soal keraguan orang, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan referensi dari semua pembahasan untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Agama,
Artikel Budaya,
Artikel Cerita,
Artikel Ekonomi,
Artikel Gosip Artis,
Artikel Politik,
Artikel Sejarah,
Artikel Unik, yang kami suguhkan ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul :
Reza Rahadian curhat soal keraguan oranglink :
Reza Rahadian curhat soal keraguan orang
Baca juga
Reza Rahadian curhat soal keraguan orang
Jakarta (ANTARA News) - Aktor Reza Rahadian menilai wajar jika banyak orang meragukan kemampuannya memerankan tokoh-tokoh yang sudah dikenal orang.
"Buat saya merupakan suatu hal yang wajar. Orang selalu skeptis. Skeptisnya mungkin tidak hanya sekedar soal bisa atau tidak tetapi juga kenapa harus dia lagi," kata dia di Jakarta, Sabtu.
Hanya saja, menurut Reza, orang-orang perlu paham bahwa dia hanya pekerja seni yang tak bisa sesuka hati menentukan film atau drama apa yang ingin dimainkan.
"Yang perlu diingat sebenarnya adalah bahwa saya pekerja seni, dipekerjakan oleh produser, dipilih oleh sutradara yang menginginkan saya bermain. Bukan saya yang punya kuasa untuk menentukan harus main film ini, itu," papar dia.
Toh, sebelumnya sudah ada riset atau pendalaman karakter yang Reza jalani sebelum produksi film dimulai.
Reza sudah tiga kali memerankan tokoh-tokoh Indonesia, antara lain Presiden Indonesia Ketiga, B.J. Habibie dan salah satu pahlawan pergerakan nasional, Raden Hajdi Oemar Said Tjokroaminoto. Kini, giliran karakter seniman Betawi, Benyamin Sueb.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2017
Demikianlah Artikel Reza Rahadian curhat soal keraguan orang
Sekianlah artikel Reza Rahadian curhat soal keraguan orang kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.